Penyakit Dan Pengobatannya
PENYAKIT DAN CARA PENGOBATANNYA
Mengetahui atau mendeteksi penyakit pada burung biasanya lebih sulit dibandingkan dengan manusia. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain karena:
Dilihat dari jarak yang agak jauh.
Tidak selalu dapat atau boleh dipegang.
Tidak memberikan isyarat
Setelah sakit baru tampak perubahannya.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu memperhatikan dan memantau perkembangan dan tingkah laku burung, sehingga bila ada di antara burung piaraannya yang sakit dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian dapat segera diadakan usaha pengobatan sebelum terlambat.
Burung yang kurang sehat atau sakit dapat dilihat dari tanda-tandanya. Tanda-tanda itu antara lain:
Bulunya tampak kusut dan kusam tidak bercahaya, kecuali pada saat berganti bulu.
Tampak selalu diam dan menyendiri.
Pandangan mata lesu dan kurang bergairah.
Nafsu makan berkurang.
Kurang lincah dan malas bergerak.
Malas berkicau.
Tampak kedinginan di saat tidur, dan bulunya berdiri.
Apabila di antara burung-burubg tersebut ada yang mengalami gejala-gejala tersebut di atas, diperkirakan burung tersebut benar-benar sakit, maka harus segera mungkin dilakukan cara-cara pencegahan dan pengobatan. Burung yang sakit harus dipisahkan dari yang lain. Bagi keperluan ini, peternak diajurkan membuat sangkar khusus pengobatan atau yang disebut sangkar karantina. Sangkar karantina mempunyai beberapa persyaratan, antara lain:
Ukuran 100 x 50 x 30 cm.
Dinding terbuat dari kawat kasa lembut atau kawat nyamuk.
Betul-betul terpisah dari sangkar untuk burung sehat.
Beri lampu 25-40 watt untuk penghangat dan penerangan,
Lantai dibuat model slorokan agar mudah membuang kotorannya
Jauhkan tempat pakan dan minum dari lampu
Beberapa penyakit yang umum dan sering menyerang burung cucakrawa adalah:
Masuk Angin
Tanda-tanda:
Burung tampak lemah dan kurang bersemangat, lesu, bulu kusut dan mengembang, nafsu makan berkurang atau bahkan tidak makan sama sekali dan biasanya diikuti dengan mencret-mencret (diare).
Pencegahan:
Usahakan suhu udara pada sore dan malam hari tidak terlalu dingin, dan tidak terkena angin dingin secara langsung. Jangan terlalu banyak memberi papaya terutama pada musim hujan dan musim dingin. Perbaiki dan tingkatkan kondisi tubuh dengan perbaikan mutu makan serta berikan vitamin pada air minumnya. Cukup mendapatkan sinar matahari pagi, dan air bersih untuk madi dan diganti secara rutin dalam 2-3 hari sekali.
Pengobatan:
Masukkan burung yang sakit serius ke dalam sangkar karantina. Beri lampu pemanas dalam sangkar (suhu 36-39 °C atau sedikit di atas suhu burung rata-rata dalam kondisi sehat). Berikan makanan yang mudah dicerna sepeti kroto segar dan sebagainya. Bila perlu berikan obat antibiotika atau pil jamu lain yang dapat menghangatkan tubuhnya. Campurkan vitamin ke dalam air minumnya agar kondisinya segera pulih kembahi.


