Pemilihan Burung Cucakrawa
Sebelum penangkaran cucakrawa dimulai, terlebih dahulu perlu dilakukan seleksi atau pemilihan terhadap burung-burung ini, apabila jumlah yang dimiliki cukup banyak. Tetapi apabila burung yang ada jumlahnya terbatas, maka seleksi semacam tidak perlu dilakukan. Seleksi ini dimaksudkan agar memperoleh pasangan calon induk yang memenuhi syarat, yang diharapkan dapat menghasilkan keturunan yang bermutu dan memuaskan. Untuk keperluan itu, burung-burung ini dibagi dalam empat golongan, yaitu:
Calon untuk Induk Penangkaran
Burung yang disiapkan untuk keperluan penangkaran harus memiliki semua kriteria sebagai calon induk. Criteria tersebut antara lain:
Mutu dan kualitas burung harus baik.
Memiliki mental yang bagus.
Suara kicaunya bagus, nadanya bagus, volumenya bagus, iramanya bagus, jarak jangkaunya jauh, dan bersih atau kristal.
Fisik sempurna, dalam arti tidak cacat.
Sehat, dalam arti tidak sakit-sakitan.
Baik pejantan maupun betinanya sudah siap kawin.
Mau dan dapat ditangkarkan dalam arti mampu kawin secara normal.
Dari keturunan yang baik dan mempunyai keturunan yang baik pula (tidak cacat, rajin, dan sayang mengasuh anaknya)
Calon untuk Peserta Lomba atau Pameran
Mutu atau kualitasnya baik.
Memiliki mental yang kuat (mental lomba atau mental juara).
Mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehat secara fisik dan tidak cacat.
Tidak liar atau kesit dan tidak mudah terkejut maupun penakut.
Diutamakan yang jantan.
Agresif dan tak pernah kecil hati atau minder.
Calon untuk Klangenan atau Hiasan
Suaranya bagus baik iramanya, lagunya, maupun volumenya.
Kondisi tubuhnya baik dan tidak cacat.
Tidak terlalu gesit dan mudah bergaul dengan lingkungannya.
Boleh burung jantan, betina atau sepasang


