Makanan Burung Cucakrawa
MAKANAN CUCAKRAWA
Cucakrawa termasuk burung pemakan buah-buahan dan serangga. Di alam bebas, burung ini memakan berbagai jenis buah-buahan seperti pisang kapok, papaya, jambu, dan buah-buahan lain yang tersedia di hutan. Selain buah-buahan, cucakrawa gemar juga memakan berbagai serangga kecil lainnya. Bahkan cacing yang didapatkannya pun dimakannya.
Cucakrawa yang ditangkap dan dipelihara dalam sangkar di lingkungan keluarga perlu disediakan pisang kapok putih dan papaya sebagai makanan pokoknya disamping makanan tambahan berupa pakan buatan. Sedangkan kebutuhan serangga yang mudah didapat adalah kroto segaratau jangkrik. Serangga lain kesukaannya sulit diperoleh bila sedang tidak musimnya, dan tak mungkin disimpan dalam waktu yang agak lama. Burung cucakrawa yang dipelihara pola serta menu makannya harus diubah. Hal ini harus diklakukan demi kemudahan peternak. Tetapi, perubahan ini jangan sampai mengurangi arti dan kelangsungan hidup sehat bagi burung itu sendiri. Usaha penangkaran cucakrawa, apabila dalam jumlah yang cukup banyak , makanan yang diberikan adalah makanan buatan yang diselingi dengan buah-buahan sebagai makanan tambahan buatan untuk melengkapi dan membantu pencernaan burung. Di samping itu, makanan ekstra berupa serangga, ulat, jangkrik akan melengkapi kebutuhannya sehingga burung tetap sehat dan bergairah.
Pada awalnya, pemberian pakan atau pola makanan ini, akan mengalami kesulitan. Lambat laun burung akan terbiasa, asal dimulai dengan latihan sedikit demi sedikit. Caranya adalah menaburkan kroto segar atau jenis serangga lain di atas pakan buatan yang disediakan dalam sangkar. Diperlukan beberapa waktu untuk melakukannya, tetapi untuk selanjtnya, tanpa pancingan kroto pun burung mau memakannya apabila lapar dan menbutuhkannya. Pakan buatan ini harus diperiksa setiap saat apakah tidak mengalami kerusakan, berjamur misalnya karena terlalu lama atau terkena air.
Keuntungan dari penggunaan pakan buatan sebagai makanan adalah sebagai berikut:
Kandungan gizinya lebih lengkap dan mudah diatur sesuai dengan kebutuhan dan umur burung.
Tidak ada ketergantungan pada musim karena dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama dan mudah diperoleh
Dapat digunakan dalam keperluan budidaya yang besar.
Pemberian serangga sebagai pakan ekstra tidak harus setiap hari. Jika sedang tidak musimnya untuk mendapatkan pakan ekstra ini sangat sulit, dan harganya pun cukup tinggi serta tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Oleh karena itu, jangkrik, belalang dapat diberikan 2 atau 3 hari sekali, melihat keadaan dan persediaan yang ada dengan situasi dan musimnya.
Seperti unggas lainnya, burung cucakrawa juga memerlukan makanan pembantu seperti kerkil, batu kecil atau pasir, sejenis pecahan karang dan batu padas yang berfungsi untuk melancarkan proses pencernaannya. Ini semua harus tersedia dalam kandang penangkaran, agar bila burung memerlukannya sudah tersedia.
Kandang harus selalu dijaga kebersihannya. Sisa pakan, baik yang ada di wadahnya maupun yang tercecer di lantai, akan menjamur dan menyebabkan bau kurang sedap. Selain mengganggu keindahan kandang, sisa pakan yang tercecer ini mungkin telah berjamur atau rusak dan akan dimakan oleh burung bila persediaan makanannya habis. Ini sangat membayakan kesehatan burung karena dapat mengakibatkan keracunan atau gangguan pencernaan lainnya. Dalam menjaga kebersihan kandang penangkaran, usahakan untuk tidak terlalu sering membersihkannya, karena dapat mengganggu ketenangan burung, apalagi bila sedang mengeram atau menyuapi anaknya


